Harga CPO KPBN Inacom Naik, Bursa Malaysia Menguat

Harga CPO KPBN Inacom naik 0,42 persen menjadi Rp15.050 per kg pada 19 Oktober 2026. Di Malaysia, kontrak Januari 2027 menguat mengikuti kenaikan harga minyak nabati di Dalian.

harga-cpo-kpbn-inacom-naik-bursa-malaysia-menguat

Harga CPO KPBN Inacom naik menjadi Rp15.050 per kilogram pada Senin, 19 Oktober 2026. Pada hari yang sama, kontrak berjangka minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives menguat dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan, mengikuti kenaikan harga minyak nabati di Bursa Dalian, China.

Penetapan harga oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) itu meningkat Rp62 per kg atau 0,42 persen dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Jumat, 16 Oktober 2026, yang tercatat Rp14.988 per kg. Kenaikan terjadi di tengah pergerakan positif sejumlah kontrak minyak nabati di pasar Asia.

Harga CPO KPBN di sejumlah lokasi

Harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp15.050 per kg. Sementara itu, harga FOB Talang Duku berada di Rp14.800 per kg dan Franco Teluk Bayur sebesar Rp14.850 per kg. Perbedaan angka tersebut menunjukkan harga yang berlaku tidak sama untuk setiap lokasi dan skema penyerahan.

Dalam tender KPBN pada hari itu, harga CIF Pelabuhan Gresik tercatat Rp15.050 per kg, tidak termasuk pajak pertambahan nilai. Penawaran yang tercantum sebesar Rp14.788 per kg dari WNI, dengan status WD sebagaimana dilaporkan dalam informasi tender.

Angka penetapan dan tender tersebut memberi gambaran transaksi CPO pada pasar domestik, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan harga yang diterima setiap pelaku di seluruh wilayah. Nilai yang berlaku dalam transaksi dapat berbeda mengikuti lokasi maupun ketentuan penyerahan yang digunakan.

Kontrak Malaysia naik mengikuti minyak nabati

Di Bursa Malaysia Derivatives, kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Januari 2027 naik RM10 per ton, atau sekitar 0,21 persen, menjadi RM4.779 per ton pada jeda perdagangan tengah hari. Nilainya setara dengan US$1.171,32 per ton berdasarkan laporan yang dikutip Reuters.

Penguatan pada Senin melanjutkan tren positif kontrak tersebut. Sepanjang pekan sebelumnya, harganya naik hampir 4 persen, sekaligus mencatatkan penguatan selama dua pekan berturut-turut. Laporan menyebut level pada perdagangan Senin itu merupakan yang tertinggi dalam lebih dari tiga pekan.

Pergerakan pasar turut dipengaruhi kenaikan di Bursa Dalian. Kontrak minyak kedelai yang paling aktif diperdagangkan di bursa tersebut naik 0,62 persen, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 1,21 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade terkoreksi 0,13 persen.

Pergerakan minyak nabati menjadi perhatian pasar

Harga minyak sawit kerap bergerak mengikuti tren minyak nabati pesaing. Kedua komoditas itu bersaing untuk memperoleh pangsa pasar di tingkat global, sehingga perubahan harga minyak kedelai dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar CPO.

Dalam perdagangan kali ini, arah pergerakan di Dalian memberikan dukungan bagi kontrak sawit Malaysia, sementara minyak kedelai di Chicago bergerak berlawanan. Perbedaan arah tersebut memperlihatkan bahwa pasar minyak nabati tidak selalu bergerak seragam, meski komoditas-komoditasnya saling bersaing.

Kombinasi kenaikan harga KPBN dan penguatan kontrak Malaysia menjadi perkembangan yang perlu dicermati pelaku industri sawit. Namun, data yang tersedia juga menunjukkan perbedaan harga berdasarkan lokasi, serta perubahan antarpasar. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada dinamika perdagangan minyak nabati dan pergerakan harga di bursa-bursa utama.

Infoharian