iOS 16 di Redmi Note 12: Bisa Masuk Pengaturan

Makr berhasil menjalankan komponen iOS 16 hingga menu Pengaturan di Redmi Note 12. Namun, banyak fitur belum berfungsi dan perangkat belum layak dipakai sehari-hari.

ios-16-di-redmi-note-12-bisa-masuk-pengaturan

Pengembang bernama Makr berhasil menjalankan komponen iOS 16 pada Redmi Note 12 4G, sebuah eksperimen yang memperlihatkan sistem operasi Apple dapat mencapai menu Pengaturan di ponsel Android. Namun, perangkat itu belum bisa digunakan seperti iPhone: proses menyalakannya memakan waktu sekitar tiga menit, kinerjanya lambat, dan banyak fungsi penting belum bekerja.

Makr membagikan rekaman percobaan melalui akun X @makrotasuss pada 18 Oktober 2026. Ia juga mengunggah dokumentasi teknis proyeknya ke GitHub. Hasil sementara ini bukan sekadar perubahan ikon atau pemasangan tema, melainkan upaya menjalankan komponen sistem iOS pada perangkat keras Xiaomi.

Dalam rekaman berdurasi sekitar dua setengah menit, layar ponsel mula-mula menampilkan deretan teks kernel yang bergulir. Logo Apple kemudian muncul, disusul halaman kunci khas iOS. Pada tahap awal, demonstrasi masih berhenti di sana karena layar sentuh dan tombol fisik belum merespons.

Eksperimen iOS 16 di Redmi Note 12 terus berkembang

Perkembangan berikutnya menunjukkan perangkat mampu membuka menu Pengaturan. Makr mengonfirmasi bahwa layar sentuh dan tombol fisik telah berfungsi, meski dokumentasi tertulis proyek di GitHub masih menyebut dukungan layar sentuh belum terkonfirmasi.

Saat informasi perangkat dibuka, Redmi Note 12 tersebut terbaca sebagai iPhone X. Identitas itu berkaitan dengan komponen sistem yang digunakan dalam proyek, bukan perubahan perangkat keras ponsel. Informasi alamat Wi-Fi pada halaman tersebut masih berstatus tidak tersedia.

Proyek bertajuk ios-topaz menggabungkan komponen sistem iOS 16.7.16 dari iPhone X dengan XNU, kernel sumber terbuka buatan Apple. Kernel merupakan bagian inti sistem operasi yang mengatur komunikasi dengan perangkat keras. Agar dapat berjalan pada Redmi Note 12 4G yang memakai Snapdragon 685, Makr melakukan penyesuaian pada kernel.

Dengan demikian, eksperimen ini lebih jauh daripada membuat antarmuka Android menyerupai iOS. Meski berhasil menampilkan sejumlah bagian sistem Apple, capaian tersebut belum berarti semua layanan dan komponen ponsel dapat bekerja normal.

Banyak fungsi ponsel belum beroperasi

Salah satu kendala utama adalah belum adanya driver GPU yang mendukung pemrosesan grafis. Akibatnya, CPU harus menangani beban untuk merender antarmuka, sehingga kinerja sistem terasa terbatas. Proses booting saja membutuhkan sekitar tiga menit.

Dokumentasi ios-topaz juga mencatat Wi-Fi, Bluetooth, jaringan seluler, audio, kamera, sejumlah sensor, dan GPS belum berfungsi. Tanpa dukungan tersebut, ponsel belum dapat diandalkan untuk aktivitas harian seperti menelepon, mengambil foto, atau mengakses internet melalui Wi-Fi.

Halaman kunci yang muncul pada video turut memperlihatkan keterbatasan sistem dalam membaca waktu secara nyata. Tanggal yang tertera adalah Rabu, 31 Desember, sementara jam menunjukkan pukul 4.10. Detail itu menjadi salah satu petunjuk bahwa sejumlah fungsi dasar belum berjalan sebagaimana mestinya.

Karena itu, keberhasilan mencapai menu Pengaturan lebih tepat dipandang sebagai kemajuan teknis dalam eksperimen, bukan tanda bahwa iOS sudah siap menggantikan Android pada Redmi Note 12. Makr sendiri menyatakan sistem tersebut belum layak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Instalasi iOS di Android berisiko bagi pengguna

Makr menyediakan panduan di GitHub yang mencakup penyiapan kernel, pembuatan berkas sistem iOS, hingga langkah menjalankannya pada perangkat. Proyek ini dikembangkan dari ios-sweet, eksperimen terdahulu yang membawa iOS ke Redmi Note 10 Pro, lalu disesuaikan dengan spesifikasi Redmi Note 12.

Prosedur pemasangan mensyaratkan bootloader ponsel dibuka dan komputer berbasis Linux digunakan. Pengguna juga harus memperhitungkan risiko seluruh data pada partisi penyimpanan Android terhapus. Sebagian besar mekanisme keamanan bawaan Apple turut dinonaktifkan dalam proyek ini.

Eksperimen tersebut menunjukkan betapa rumitnya menjalankan sistem operasi yang dirancang untuk perangkat tertentu pada perangkat dengan perangkat keras berbeda. Bagi pengembang, proyek Makr memberi ruang untuk menguji kompatibilitas dan memahami cara kerja sistem. Bagi pengguna umum, peringatan soal data, keamanan, dan fungsi yang belum tersedia menjadi alasan kuat untuk tidak menjadikannya ponsel utama.

Untuk saat ini, iOS 16 di Redmi Note 12 masih berupa demonstrasi teknis yang terus berkembang. Dokumentasi dan pembaruan berikutnya dapat memperlihatkan sejauh mana kompatibilitasnya membaik, tetapi perangkat tersebut belum menawarkan pengalaman penggunaan setara iPhone.

Infoharian