IHSG Bidik 5.500, Rupiah dan Minyak Jadi Ujian
IHSG menguat 4,9 persen dalam sepekan dan ditutup di atas 5.400. Phintraco melihat peluang pengujian 5.500-5.600, dengan rupiah dan harga minyak sebagai faktor yang perlu dicermati.
IHSG menutup perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, pada level 5.439,2, setelah naik 51,35 poin atau 0,95 persen. Penguatan itu membawa indeks mencatat kenaikan 4,9 persen selama sepekan dan membuka peluang pengujian area 5.500 hingga 5.600 pada pekan berikutnya.
Phintraco Sekuritas menilai ruang kenaikan terbuka setelah tekanan jual mereda dan IHSG bertahan di atas ambang psikologis 5.400. Meski begitu, target tersebut masih berupa proyeksi, bukan kepastian. Pergerakan harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah tetap perlu dicermati investor.
Dalam laporan yang dimuat investor.id, Phintraco juga menyebut enam saham potensial untuk perdagangan Senin, 26 Oktober. BMRI dan AADI disebut sebagai bagian dari saham yang masuk perhatian. Daftar lengkap keenam saham tidak tercantum dalam informasi yang tersedia.
Penutupan di atas 5.400 jadi pijakan
Kenaikan pada Jumat berlangsung ketika pasar menghadapi sentimen negatif dari naiknya harga minyak mentah. IHSG cenderung bergerak di zona hijau sepanjang sesi, menurut catatan Phintraco. Kondisi ini membantu indeks mengakhiri perdagangan dengan kenaikan, meskipun tekanan dari faktor eksternal belum sepenuhnya hilang.
Penguatan juga tidak terbatas pada satu kelompok saham. Sektor barang konsumsi non-primer, yang kerap disebut sektor siklikal, dan sektor industri mencatat kenaikan paling besar. Pergerakan tersebut ikut menopang indeks pada hari itu.
Namun, performa pasar saham tidak diikuti penguatan rupiah. Mata uang domestik melemah tipis 0,01 persen ke posisi Rp 18.067 per dolar AS. Perbedaan arah ini menjadi pengingat bahwa penguatan IHSG belum berarti seluruh indikator pasar bergerak sejalan.
Bagi pelaku pasar, posisi penutupan indeks di atas 5.400 menjadi salah satu titik penting untuk mengukur apakah pemulihan dapat berlanjut. Jika momentum bertahan, area 5.500 menjadi sasaran terdekat yang disorot. Proyeksi menuju 5.600 bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan kenaikan dan menghadapi sentimen yang berkembang.
Indikator teknikal memperlihatkan tekanan jual mereda
Phintraco mencermati penyempitan histogram negatif MACD IHSG. Indikator ini digunakan untuk membaca arah dan kekuatan tren harga. Ketika nilai negatifnya menyusut, tekanan jual dinilai mulai berkurang, meski sinyal tersebut sendiri tidak menjamin indeks akan terus naik.
Stochastic RSI juga bergerak menguat di area pivot, yakni titik acuan pergerakan indeks. Bersama perubahan pada MACD, pergerakan indikator ini memberi gambaran bahwa momentum pemulihan membaik. Penilaian teknikal itu menjadi salah satu dasar bagi Phintraco untuk melihat peluang IHSG menguji level lebih tinggi.
Pengamatan teknikal tetap perlu dibaca bersama perkembangan pasar, bukan sebagai penentu tunggal. Kenaikan harga minyak mentah menjadi sentimen yang menekan, sedangkan pelemahan rupiah menunjukkan masih ada faktor yang dapat membatasi optimisme. Karena itu, rentang 5.500-5.600 merupakan area proyeksi yang perlu diuji oleh pergerakan perdagangan selanjutnya.
Enam saham masuk perhatian untuk Senin
Untuk perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, Phintraco mengarahkan perhatian investor pada enam saham potensial. Informasi yang dipublikasikan investor.id menyebut BMRI hingga AADI, tetapi tidak memuat nama seluruh saham dalam kelompok tersebut. Dengan keterbatasan rincian itu, daftar lengkapnya tidak dapat dipastikan dari laporan yang tersedia.
Penyebutan saham pilihan berjalan beriringan dengan pandangan yang lebih luas mengenai arah indeks. Ketahanan IHSG di atas 5.400 dan meredanya tekanan jual mendukung skenario penguatan, sementara harga minyak dan rupiah menjadi faktor yang berlawanan. Pergerakan tiap saham pun tidak otomatis mengikuti arah indeks secara seragam.
Investor akan mencermati apakah IHSG mampu menjaga pijakan yang terbentuk pada penutupan pekan lalu saat perdagangan dibuka kembali. Perkembangan indeks, rupiah, serta harga minyak mentah akan menjadi petunjuk awal dalam menilai peluang menuju 5.500.
