Kudus Kejar Vaksinasi PMK untuk 1.500 Ternak

Kudus menargetkan vaksinasi PMK untuk 1.500 ternak yang tersisa rampung dalam dua bulan. Pasokan baru dari pemerintah pusat melalui Pemprov Jateng mendukung penyelesaian program.

kudus-kejar-vaksinasi-pmk-1500-ternak

KUDUS, Jawa Tengah, masih memiliki pekerjaan untuk menuntaskan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada 1.500 ekor ternak. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menargetkan seluruh dosis untuk sapi dan kerbau tersebut diberikan dalam dua bulan terakhir periode pelaksanaan tahun ini.

Target vaksinasi Kudus tahun ini mencapai 6.000 ekor. Hingga Agustus 2026, petugas telah menyuntikkan vaksin kepada 4.500 ternak, berdasarkan keterangan Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Arin Nikmah, yang dikutip ANTARA News Jateng.

Artinya, seperempat dari sasaran tahunan masih harus diselesaikan. Pemerintah daerah menyatakan akan melanjutkan program setelah memperoleh pasokan vaksin baru dari pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Persediaan yang diterima sebelumnya telah habis.

Pasokan baru menopang sisa target

Pengadaan vaksin menjadi penentu bagi kelanjutan kegiatan di lapangan. Tanpa tambahan stok, petugas tidak dapat menuntaskan sasaran yang tersisa, sementara waktu pelaksanaan tinggal dua bulan. Dinas berharap personel yang diterjunkan dapat bekerja maksimal agar 1.500 ternak itu masuk dalam cakupan vaksinasi.

Vaksinasi yang sudah dilakukan sejak Januari hingga Agustus menyasar sapi dan kerbau di berbagai wilayah Kudus. Keterangan dinas tidak merinci jumlah masing-masing jenis ternak maupun sebaran desa penerima vaksin. Sasaran yang masih tersisa juga tersebar di wilayah kabupaten tersebut.

Komitmen menuntaskan program berlangsung saat Kudus belum melaporkan temuan kasus PMK saat ini. Kondisi tanpa kasus itu tidak membuat dinas meminta peternak mengendurkan kewaspadaan. Kebersihan kandang tetap menjadi perhatian, terutama ketika peternak menemukan gejala yang dinilai menyerupai PMK.

Peternak diminta cepat mengisolasi ternak bergejala

Arin mengimbau peternak segera memisahkan ternak yang menunjukkan gejala serupa agar penularan dapat dicegah. Mereka juga diminta menginformasikan temuan itu kepada pihak terkait supaya pemeriksaan dan pengobatan bisa dilakukan. Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ternak, sembari vaksinasi terhadap sasaran yang tersisa terus dikejar.

Penanganan cepat juga penting karena Kudus pernah mencatat kasus pada ternak. Data yang disampaikan dinas menunjukkan 24 ekor sapi sebelumnya terjangkit PMK. Dari jumlah itu, tujuh ekor menjalani pemotongan paksa setelah pemeriksaan, sedangkan sapi lainnya dinyatakan sembuh setelah mendapat terapi pengobatan.

Catatan kasus terdahulu itu memberi gambaran tentang risiko yang dihadapi peternak ketika PMK ditemukan. Namun, angka tersebut merupakan data kejadian sebelumnya, bukan laporan kasus yang sedang berlangsung. Dinas menyatakan belum ada temuan PMK saat ini.

Penyelesaian vaksinasi berjalan beriringan dengan pemantauan

Dengan 4.500 ternak telah divaksinasi, perhatian berikutnya tertuju pada ketersediaan vaksin dan kemampuan petugas mengejar sisa 1.500 sasaran. Dukungan pasokan dari pemerintah pusat melalui Pemprov Jateng diharapkan memungkinkan program berjalan lagi setelah stok lama habis.

Di sisi peternak, dinas meminta kebersihan kandang dijaga dan gejala mencurigakan segera dilaporkan. Jika ternak perlu diisolasi, pemisahan itu diharapkan dilakukan tanpa menunggu penyakit menyebar. Informasi dari peternak juga menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan.

Dalam dua bulan tersisa, pemerintah daerah perlu menyelesaikan vaksinasi yang belum tercapai sekaligus mempertahankan kewaspadaan di tingkat kandang. Sasaran akhir Kudus tetap 6.000 ternak untuk tahun ini, dengan 1.500 ekor yang masih menunggu giliran vaksinasi.

Infoharian