Indonesia Diproyeksi Pimpin Pertumbuhan Superkaya Dunia
Knight Frank memproyeksikan jumlah UHNWI di Indonesia tumbuh lebih dari 80 persen hingga 2031. Berikut kriteria aset yang digunakan untuk menyebut seseorang superkaya.
Indonesia diprediksi menjadi negara dengan pertumbuhan jumlah orang superkaya atau Ultra-High-Net-Worth Individual (UHNWI) paling pesat di dunia hingga 2031. Dalam The Wealth Report 2026 yang dirilis Knight Frank, populasi UHNWI di Indonesia diperkirakan meningkat lebih dari 80 persen.
Jika proyeksi itu terwujud, Indonesia akan berada di posisi teratas dalam pertumbuhan kelompok tersebut, mengungguli Arab Saudi, Polandia, Vietnam, dan Australia. Angka itu menggambarkan laju pertumbuhan jumlah orang yang masuk kategori UHNWI, bukan besarnya kekayaan yang dimiliki setiap individu.
Laporan tersebut memetakan tren kekayaan global dan pasar properti premium. Namun, informasi yang tersedia tidak menyebutkan jumlah awal UHNWI di Indonesia maupun jumlah pasti yang diperkirakan pada 2031. Karena itu, persentase pertumbuhan tersebut belum menunjukkan secara langsung berapa banyak orang yang akan masuk kelompok itu.
Siapa yang masuk kategori orang superkaya?
Dalam pengertian yang digunakan lembaga riset kekayaan global seperti Knight Frank, UHNWI adalah individu dengan aset yang dapat diinvestasikan minimal 30 juta dollar AS. Dengan asumsi kurs Rp17.900 per dollar AS, nilainya setara sekitar Rp537 miliar.
Patokan tersebut tidak semata-mata menghitung seluruh harta atau nilai kepemilikan seseorang. Rumah utama yang ditempati, kendaraan pribadi, dan barang koleksi tidak masuk dalam perhitungan. Ukuran utamanya adalah aset yang bisa digunakan untuk investasi.
Aset yang dapat diperhitungkan mencakup saham, obligasi, kas, reksa dana, kepemilikan bisnis yang likuid, serta instrumen investasi lainnya. Dengan demikian, seseorang tidak otomatis masuk kategori UHNWI hanya karena memiliki penghasilan tinggi atau aset bernilai besar yang sulit dicairkan.
Kekayaan tidak hanya bertumpu pada gaji
Nilai aset menjadi pembeda penting antara penghasilan dan kekayaan. Penghasilan merujuk pada uang yang diterima seseorang, sedangkan kategori UHNWI ditentukan dari nilai aset investasinya. Besarnya gaji saja tidak cukup untuk menggambarkan apakah seseorang memenuhi batas tersebut.
Orang-orang dalam kelompok ini umumnya memperoleh kekayaan dari kepemilikan bisnis, investasi, properti, maupun portofolio keuangan. Pendapatan dari pekerjaan tetap bisa menjadi bagian dari sumber pemasukan, tetapi biasanya bukan satu-satunya penentu besarnya kekayaan.
Kepemilikan aset juga membuat perhitungan kekayaan berkaitan dengan nilai investasi yang dimiliki. Karena itu, ukuran UHNWI memberi perhatian pada aset yang dapat diinvestasikan, bukan sekadar uang yang diperoleh dalam periode tertentu. Ini pula yang membuat ambang batasnya berbeda dari ukuran pendapatan atau gaji.
Pengelolaan aset makin kompleks
Besarnya aset yang dimiliki membuat pengelolaannya membutuhkan perhatian khusus. Individu UHNWI banyak memanfaatkan layanan family office, konsultan pajak internasional, penasihat investasi, hingga konsultan warisan. Layanan tersebut membantu mengatur berbagai kebutuhan pengelolaan kekayaan.
Tujuannya bukan hanya menjaga aset yang sudah terkumpul. Pengelolaan khusus juga diarahkan agar kekayaan dapat dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan portofolio dan kebutuhan yang beragam, pengelolaan kekayaan tidak berhenti pada keputusan untuk membeli atau menjual investasi.
Prediksi Knight Frank menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan UHNWI tercepat dalam beberapa tahun ke depan. Meski begitu, angka lebih dari 80 persen tetap merupakan proyeksi hingga 2031, bukan catatan jumlah yang sudah terealisasi. Perkembangan berikutnya akan menunjukkan apakah pertumbuhan itu benar-benar berlangsung sesuai perkiraan.
Bagi pembaca, memahami batas aset dan cara menghitung UHNWI membantu menempatkan prediksi tersebut dalam konteks yang tepat. Pertumbuhan jumlah orang superkaya bukan ukuran yang sama dengan pertumbuhan kesejahteraan seluruh penduduk; laporan itu secara khusus membahas individu dengan aset investasi minimal 30 juta dollar AS.
