Bank of Singapore Ambil 1,8 Miliar Saham CMNT

Bank of Singapore dilaporkan mengakumulasi 1,8 miliar saham Cemindo Gemilang atau 10,51 persen. Transaksi itu berlangsung saat CMNT tercatat dalam daftar HSC BEI.

bank-of-singapore-ambil-18-miliar-saham-cmnt

Bank of Singapore tercatat mengakumulasi 1,8 miliar saham PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), emiten semen yang berbasis di Banten. Transaksi yang disebut berlangsung pada 19 Oktober 2026 itu setara dengan 10,51 persen saham perseroan, dengan harga pelaksanaan Rp735 per saham.

Jika dihitung menggunakan harga tersebut, nilai saham yang berpindah mencapai sekitar Rp1,32 triliun. Laporan EmitenNews menyebut transaksi itu melibatkan WH Investments Pte Ltd sebagai pemilik langsung dan menggunakan tujuan transaksi “receive free of payment”.

Istilah tersebut dicantumkan dalam keterangan transaksi. Karena itu, angka Rp1,32 triliun dalam laporan dapat dibaca sebagai nilai berdasarkan harga pelaksanaan yang disebutkan, bukan keterangan terpisah mengenai arus pembayaran yang terjadi. Laporan tidak menguraikan lebih lanjut alasan maupun tujuan Bank of Singapore mengambil saham tersebut.

Transaksi saham Cemindo dan posisi WH Investments

WH Investments tercatat sebagai pemegang saham pengendali Cemindo Gemilang. Berdasarkan data per 30 September 2026, perusahaan itu menguasai 87,37 persen saham CMNT. Martua Sitorus disebut sebagai pemilik manfaat akhir dengan porsi kepemilikan 87,37 persen melalui WH Investments.

Tanggal kepemilikan yang dicatat tersebut lebih awal daripada tanggal transaksi Bank of Singapore. Dengan demikian, angka 87,37 persen menggambarkan posisi WH Investments per 30 September 2026, bukan secara otomatis porsi setelah transaksi 19 Oktober. Laporan yang tersedia tidak merinci berapa kepemilikan WH Investments setelah transaksi tersebut.

Di sisi lain, saham yang menjadi free float tercatat sebanyak 1,8 miliar lembar atau 10,55 persen. Angka itu hampir setara dengan jumlah saham yang disebut masuk ke Bank of Singapore, yakni 1,8 miliar lembar atau 10,51 persen. Namun, data tersebut tidak menjelaskan apakah seluruh saham dalam transaksi berasal dari porsi free float atau bagaimana komposisi pemegang saham berubah setelahnya.

Jumlah pemegang saham nasabah yang memiliki Single Investor Identification (SID) tercatat 986 pihak. Jumlah itu berkurang 59 pihak dibandingkan catatan sebelumnya, yakni 1.045 pihak. Data jumlah pemegang SID tersebut menunjukkan banyaknya pemilik yang tercatat, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan sebaran kepemilikan saham di antara mereka.

CMNT masuk daftar HSC BEI

Perhatian terhadap struktur kepemilikan CMNT juga muncul setelah Bursa Efek Indonesia menetapkan saham perseroan masuk daftar high shareholding concentration (HSC) pada 14 Juli 2026. Penetapan itu menggunakan metodologi untuk mengidentifikasi kepemilikan saham dengan konsentrasi tinggi, berdasarkan struktur kepemilikan per 30 Juni 2026.

Dalam pengumuman tersebut, BEI mencatat setidaknya 99,41 persen saham CMNT dalam bentuk pasar reguler dan tanpa warkat dikuasai oleh kelompok tertentu. Angka konsentrasi itu menjadi dasar masuknya CMNT ke daftar HSC. Data tersebut tidak berarti bahwa seluruh saham dikuasai satu pihak; keterangan yang tersedia menyebut penguasaan oleh segelintir kelompok.

BEI juga menegaskan bahwa label HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan pasar modal. Status itu berkaitan dengan tingkat konsentrasi kepemilikan berdasarkan metodologi dan tanggal acuan tertentu. Karena itu, pencantuman CMNT dalam daftar tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan mengenai kepatuhan perseroan.

Angka kepemilikan perlu dibaca sesuai tanggalnya

Rangkaian data mengenai CMNT mencakup beberapa waktu acuan: struktur saham per 30 Juni yang menjadi dasar penetapan HSC, posisi WH Investments per 30 September, serta transaksi yang dilaporkan bertanggal 19 Oktober 2026. Perbedaan tanggal ini penting agar angka kepemilikan tidak dicampur seolah-olah berasal dari satu kondisi yang sama.

Untuk membaca dampak transaksi secara utuh, informasi mengenai komposisi pemegang saham setelah perpindahan saham akan menjadi penentu. Sampai rincian tersebut tersedia, data yang ada menunjukkan adanya transaksi saham besar yang melibatkan Bank of Singapore, sekaligus struktur kepemilikan CMNT yang telah masuk perhatian BEI karena konsentrasinya.

Infoharian