Juventus Ditahan Rennes, Spalletti Tuntut Kemenangan
Juventus bangkit untuk menahan Rennes 2-2 di Allianz Stadium, tetapi Luciano Spalletti menegaskan hasil imbang belum membuatnya puas. Ia menyoroti tempo permainan dan gol yang seharusnya bisa dihindari.
Juventus gagal mengamankan tiga poin setelah ditahan Stade Rennais 2-2 di Allianz Stadium dalam laga fase liga Liga Europa. Pelatih Luciano Spalletti memuji daya juang timnya yang bangkit dari ketertinggalan, tetapi menegaskan hasil imbang belum cukup memuaskannya. “Jika saya tidak memenangkan pertandingan, saya tidak senang,” kata dia.
Hasil tersebut memperpanjang catatan Juventus yang belum terkalahkan di fase liga. Namun, bagi Spalletti, ada pekerjaan yang perlu segera dibereskan, terutama soal konsistensi tempo permainan dan dua gol yang menurutnya seharusnya bisa dihindari.
Juventus bangkit setelah tertinggal dari Rennes
Juventus sempat membuka keunggulan melalui Zeki Celik. Rennes kemudian membalikkan keadaan sebelum turun minum. Musa Al-Taamari mencetak gol untuk tim tamu, disusul penalti Boulaye Dia yang membawa wakil Prancis itu unggul 2-1.
Tertinggal satu gol, Juventus tidak berhenti menekan. Nick Woltemade menyamakan kedudukan lewat titik penalti pada pertengahan babak kedua. Di penghujung laga, Jhon Lucumi sempat mencetak gol yang berpotensi membawa tuan rumah menang, tetapi VAR menganulirnya karena offside.
Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan berakhir. Juventus pun harus menerima satu poin, meski sempat memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan sepenuhnya. Hasil imbang itu menggambarkan pertandingan yang berjalan ketat: kedua tim sama-sama mampu mencetak dua gol, tetapi tidak berhasil menjaga keunggulan atau mengunci kemenangan.
Spalletti melihat sisi positif dari respons pemainnya setelah tertinggal. Ia menilai para pemain tetap menghadapi tantangan dan tidak menyerah, sesuatu yang menurutnya tidak mudah dilakukan ketika tim sedang berada dalam posisi sulit. Namun, apresiasi itu tidak menghapus rasa kecewanya karena Juventus kehilangan peluang meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Spalletti soroti tempo dan gol yang bisa dihindari
Dalam penilaiannya, Spalletti menyebut Juventus bermain baik dan menunjukkan tempo yang cukup bagus. Meski begitu, ia menyoroti dua gol yang bersarang di gawang timnya. Menurut pelatih asal Italia itu, kebobolan tersebut semestinya bisa dicegah.
Ia juga mengingatkan bahwa kecepatan sirkulasi bola harus sejalan dengan pergerakan tim. “Bola menentukan tempo… jika bola kembali dengan lambat, kami bergerak maju dengan lambat, tetapi jika bola kembali dengan cepat, kami harus bergerak maju dengan cepat,” ujarnya.
Pernyataan itu menempatkan tempo sebagai salah satu aspek yang perlu dibenahi Juventus. Spalletti menginginkan pemain bereaksi sesuai kecepatan aliran bola, bukan bergerak dengan pola yang sama dalam setiap situasi. Ia menilai timnya telah menunjukkan peningkatan, tetapi masih ada kekurangan yang menghalangi mereka tampil lebih konsisten.
Karena itu, pujian terhadap daya juang Juventus disertai tuntutan yang tegas. Spalletti mengaku puas dengan sikap pemain, tetapi tidak menyamakan sikap pantang menyerah dengan hasil yang memuaskan. Baginya, kebangkitan setelah tertinggal merupakan modal penting, namun kemenangan tetap menjadi ukuran yang ia harapkan.
Rennes pulang dengan hasil bersejarah
Di kubu lawan, pelatih Franck Haise menyambut positif satu poin yang didapat Rennes. Ia mengatakan pertandingan bisa berakhir dengan hasil apa pun dan mengapresiasi ketenangan timnya setelah kebobolan lebih dulu.
Hasil di Allianz Stadium itu juga menjadi catatan tersendiri bagi Rennes. Untuk pertama kalinya, klub tersebut terhindar dari kekalahan saat bertandang ke markas tim Italia dalam kompetisi UEFA. Bagi Haise, hasil itu menjadi capaian yang patut dibanggakan, terutama setelah timnya mampu merespons gol pembuka Juventus.
Juventus mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan pertama fase liga. Tantangan berikutnya adalah mengubah hasil imbang menjadi kemenangan ketika kompetisi Eropa kembali bergulir. Tim asuhan Spalletti dijadwalkan bertandang ke Belanda untuk menghadapi AZ Alkmaar pada pertandingan keempat.
Sebelum kembali berlaga di Serie A, Juventus juga berupaya menyempurnakan sistem pressing mereka. Hasil melawan Rennes memperlihatkan ketangguhan untuk bangkit, sekaligus menyisakan catatan yang ingin dibenahi Spalletti. Laga berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Bianconeri membuktikan bahwa perbaikan tempo dan konsistensi dapat berujung pada kemenangan.
