Ronaldo Tegaskan Dirinya Terbaik, Messi Tetap Dihormati

Cristiano Ronaldo menegaskan dirinya pemain terbaik sepanjang masa, tetapi tetap menghormati pilihan penggemar dan tak ingin target 1.000 gol menjadi beban.

Cristiano Ronaldo kembali menegaskan keyakinannya bahwa ia adalah pemain terbaik sepanjang masa. Dalam wawancara dengan CNN Portugal, penyerang asal Portugal itu menyebut statistik dan kemampuannya di berbagai aspek permainan sebagai bukti, sembari mengakui bahwa setiap penggemar berhak memilih Lionel Messi, Pelé, atau Diego Maradona.

Pernyataan tersebut muncul ketika Ronaldo semakin dekat dengan target 1.000 gol sepanjang karier. Menurut laporan Goal.com, ia telah mengoleksi 980 gol, atau terpaut 20 gol dari tonggak itu. Namun, Ronaldo menolak menjadikan angka tersebut sebagai tekanan dan berharap pencapaian itu datang secara alami.

Ronaldo menyebut dirinya pemain paling komplet

Ronaldo menyandarkan klaimnya pada catatan gol sekaligus kemampuannya di lapangan. Ia menyebut dirinya pencetak gol terbanyak dalam sejarah dan mengatakan tetap masuk jajaran sepuluh besar pencetak gol dengan kaki kiri, meski bukan pemain kidal.

Dalam wawancara tersebut, ia juga merinci keunggulan yang menurutnya membuat dirinya menjadi pemain komplet. Ronaldo mengaku memiliki kemampuan sundulan dan tendangan bebas, serta kecepatan, kekuatan, dan lompatan yang baik.

“Saya adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah. Angka-angka berbicara sendiri. Saya adalah pemain paling komplet yang pernah ada,” kata Ronaldo.

Ia bahkan menyatakan belum pernah melihat pemain yang lebih baik darinya. Ucapan itu terdengar tegas, tetapi Ronaldo juga memahami bahwa penilaian terhadap pemain terbaik tidak selalu bisa diseragamkan. Baginya, pilihan terhadap seorang pemain dapat dipengaruhi preferensi pribadi.

Ronaldo mengatakan ia menghormati orang yang lebih memilih Messi, Pelé, atau Maradona. Namun, ia menilai anggapan bahwa dirinya bukan pemain yang komplet tidak sesuai dengan kemampuan dan pencapaian yang telah ditunjukkan sepanjang karier.

Rivalitas dengan Messi diwarnai saling menghormati

Persaingan Ronaldo dan Messi mendominasi sepak bola dunia selama lebih dari satu setengah dekade. Keduanya kerap dibandingkan dalam perebutan gelar individu maupun prestasi bersama klub dan tim nasional. Meski bersaing ketat di lapangan, Ronaldo menggambarkan hubungan mereka sebagai hubungan yang baik dan dilandasi rasa hormat.

Ia mengenang momen ketika keduanya kerap tampil bersama dalam acara penghargaan Ballon d’Or. Dalam kesempatan tertentu, Ronaldo membantu menerjemahkan ucapan berbahasa Inggris kepada Messi, yang saat itu kurang nyaman menggunakan bahasa tersebut. Menurutnya, pengalaman itu terasa lucu dan menunjukkan kedekatan yang tidak banyak terlihat oleh penggemar.

“Kami berbagi panggung penghargaan selama 15 tahun, dan hubungan kami selalu sangat baik,” ujar Ronaldo.

Ronaldo menegaskan bahwa persaingan mereka tidak menghapus sikap saling menghormati. Masing-masing tetap membela klub dan negara dengan sepenuh hati, tetapi keduanya juga saling mendorong untuk tampil lebih baik. Ia mengibaratkan hubungan itu dengan persaingan Ayrton Senna dan Alain Prost.

Dari sisi sejumlah penghargaan dan gelar, Messi unggul dalam beberapa catatan. Ia memiliki delapan Ballon d’Or, satu Piala Dunia, 13 gelar liga, dan enam Sepatu Emas. Ronaldo mengoleksi lima gelar Liga Champions, lebih banyak dibandingkan empat gelar milik Messi. Perbandingan itu menjadi bagian dari perdebatan panjang, tetapi Ronaldo melihat rivalitas mereka sebagai sumber motivasi bersama.

Target 1.000 gol tak ingin menjadi beban

Meski terus dibicarakan, Ronaldo tidak ingin target 1.000 gol mengalihkan perhatian dari penampilannya saat ini. Ia mengungkapkan rasa frustrasi karena pembahasan tentang jumlah gol yang masih harus dicetak sering kali lebih menonjol daripada performanya dan gol-gol yang telah ia hasilkan.

Dalam pernyataannya, Ronaldo menyebut angka 920, 925, atau 930 gol sebagai contoh bahwa pencapaiannya sudah cukup untuk menopang klaimnya sebagai pemain terbaik. Angka-angka itu muncul dalam konteks pernyataannya tentang warisan karier, sementara laporan Goal.com mencatat total golnya telah mencapai 980.

“Jika saya mencetak 920, 925, 930 gol… saya adalah yang terbaik dalam sejarah, titik,” kata Ronaldo. Ia menambahkan bahwa jika mencapai 1.000 gol, pencapaian itu akan luar biasa.

Ronaldo juga mengatakan tidak ingin menetapkan tonggak tersebut sebagai kewajiban. Baginya, jumlah gol adalah hasil dari perjalanan panjang, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Ia memilih berkonsentrasi pada masa kini dan menilai dirinya masih dapat memberi dampak selama satu atau dua tahun lagi.

Pernyataan itu memperlihatkan dua sisi sikap Ronaldo: kepercayaan diri yang tinggi terhadap warisannya dan kesediaan untuk membiarkan karier berjalan tanpa tekanan mengejar angka tertentu. Dengan target 1.000 gol yang kian dekat, perhatian publik kemungkinan tetap tertuju pada setiap penampilannya. Namun bagi Ronaldo, catatan yang telah ia bangun dan persaingan panjang dengan Messi sudah menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola.

Infoharian