ISPA Pekalongan Naik 13,1 Persen, Warga Diminta Waspada

Kasus ISPA di Kota Pekalongan mencapai 2.513 pada pekan ke-38 2026, naik 13,1 persen dari periode yang sama tahun lalu. Warga diminta mengurangi paparan debu dan memeriksakan diri jika gejala tak membaik lebih dari tiga hari.

ispa-pekalongan-naik-warga-diminta-waspada

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pekalongan mencapai 2.513 pada pekan ke-38 tahun 2026. Angka tersebut naik 13,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika tercatat 2.222 kasus. Dinas Kesehatan setempat mengimbau warga menjaga kesehatan dan mengurangi paparan debu, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti menyampaikan data tersebut saat dihubungi melalui telepon pada Jumat, 16 Oktober 2026. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebiasaan sederhana, seperti memakai masker di lingkungan berdebu dan memastikan makanan serta minuman terlindungi.

Kenaikan kasus itu menjadi perhatian, tetapi Puji meminta masyarakat tetap tenang. Menurut dia, kewaspadaan perlu disertai langkah pencegahan dan pemeriksaan apabila keluhan tidak kunjung membaik.

Debu dan makanan terbuka perlu diwaspadai

Puji mengaitkan imbauan penggunaan masker dengan kondisi kering yang dapat membuat lingkungan berdebu. Ia juga menyoroti jajanan atau makanan yang dijual tanpa penutup karena berisiko terpapar debu. Karena itu, warga diminta lebih cermat saat memilih dan menyimpan makanan maupun minuman.

“Kekeringan seperti ini, inginnya segera minum es. Penjual makanan atau jajanan yang tidak tertutup juga bisa terkena debu dan ini bisa menjadi pemicu,” jelas Puji.

Imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada orang yang sedang beraktivitas di luar rumah. Penjual makanan juga perlu memperhatikan perlindungan dagangannya agar tidak terbuka terhadap debu. Bagi warga, menggunakan masker di tempat berdebu dan menjaga kebersihan tangan menjadi bagian dari upaya yang dapat dilakukan sehari-hari.

Dinas Kesehatan juga meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan dengan sabun. Warga dianjurkan menjaga waktu istirahat serta mencukupi asupan cairan. Langkah-langkah ini disampaikan sebagai upaya menjaga kesehatan di tengah meningkatnya jumlah kasus.

Kenali gejala ISPA dan perhatikan durasinya

Gejala ISPA yang disebutkan Puji meliputi demam, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, serta kelelahan. Keluhan tersebut perlu diperhatikan, terutama bila tidak kunjung membaik. Warga yang mengalaminya diminta memantau kondisi dan tidak menunda mencari pertolongan ketika gejala berlanjut.

Puji menyarankan masyarakat yang mengalami gejala lebih dari tiga hari tanpa perbaikan untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, terutama puskesmas. Pemeriksaan diperlukan agar tenaga kesehatan dapat menilai kondisi pasien dan memberikan obat sesuai standar.

“Kalau lebih dari tiga hari belum sembuh, silakan datang ke pelayanan kesehatan terdekat, tentunya puskesmas. Nanti akan diperiksa dan diberikan obat-obatan sesuai standar,” tuturnya.

Anjuran itu memberi batas waktu yang jelas bagi warga untuk mengambil langkah berikutnya. Jika keluhan belum membaik setelah lebih dari tiga hari, pemeriksaan di puskesmas dapat menjadi pintu pertama untuk memperoleh penanganan. Warga tidak perlu menentukan sendiri jenis pengobatan sebelum kondisi diperiksa.

Penanganan disesuaikan dengan kondisi pasien

Menurut Puji, penanganan pasien ISPA dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan medis masing-masing. Sebagian besar kasus dapat ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Apabila diperlukan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit secara berjenjang berdasarkan hasil pemeriksaan.

Dengan mekanisme tersebut, warga yang bergejala dapat memulai pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat, termasuk puskesmas. Keputusan mengenai penanganan selanjutnya mengikuti penilaian tenaga kesehatan, bukan semata-mata kekhawatiran terhadap kenaikan angka kasus.

Data pekan ke-38 menunjukkan jumlah kasus di Kota Pekalongan bertambah 291 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu menjadi pengingat bagi warga untuk menjaga kebersihan, melindungi makanan dari debu, dan menggunakan masker di lingkungan berdebu. Puji menegaskan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan.

Ke depan, kewaspadaan sehari-hari dan pemeriksaan ketika gejala menetap tetap menjadi hal penting. Warga dapat mengikuti imbauan Dinas Kesehatan sambil memperhatikan kondisi masing-masing. Jika keluhan belum membaik setelah lebih dari tiga hari, puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dapat menjadi tempat untuk berkonsultasi.

Infoharian