Thailand Bidik King’s Cup Usai Gagal di Dua Final

Thailand membidik gelar King’s Cup 2026 setelah menjadi runner-up Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup. Sarach Yooyen menyebut turnamen kandang itu sebagai peluang penting.

thailand-bidik-kings-cup-usai-gagal-di-dua-final

Thailand membidik gelar King’s Cup 2026 untuk mengobati kekecewaan setelah gagal menjadi juara Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026. Tim berjuluk Gajah Perang itu akan tampil di turnamen yang digagas Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) pada 9–17 November, bersama Oman, Bahrain, dan Tajikistan.

Thailand menjadi runner-up di kedua ajang sebelumnya. Di Piala AFF, mereka harus merelakan gelar kepada Vietnam. Sementara di final FIFA ASEAN Cup, Timnas Indonesia yang keluar sebagai juara setelah menang dalam adu penalti.

Hasil terakhir itu terasa pahit bagi Thailand. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu, sebelum Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti. King’s Cup kini menjadi kesempatan berikutnya bagi Thailand untuk mengejar trofi, kali ini di hadapan pendukung sendiri.

King’s Cup jadi kesempatan Thailand di kandang

Wakil kapten Thailand, Sarach Yooyen, menyebut turnamen tersebut sebagai peluang penting bagi timnya. Ia menyatakan siap membela negara apabila mendapat kesempatan dan dipanggil oleh pelatih.

“Jika saya dapat kesempatan dan pelatih memanggil, saya selalu siap untuk membela negara dan memberikan yang terbaik,” kata Sarach, seperti dikutip Thairath.

Sarach menilai bermain di King’s Cup memberi Thailand peluang untuk meraih gelar di depan pendukung sendiri. Kesempatan itu datang setelah timnya dua kali gagal mengangkat trofi di turnamen yang baru mereka ikuti, yakni Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup.

“Menurut saya, King’s Cup adalah kesempatan bagus bagi kami untuk memenangkan trofi di kandang sendiri. Kami sempat kecewa dua kali sebelumnya, baik di AFF maupun di FIFA ASEAN Cup, jadi ini adalah peluang besar untuk menjuarai turnamen ini di hadapan pendukung sendiri,” ujar Sarach.

Turnamen itu akan diikuti empat negara: Thailand sebagai tuan rumah, serta Oman, Bahrain, dan Tajikistan. Jadwal penyelenggaraannya berlangsung pada 9–17 November. Bahan yang tersedia belum merinci format pertandingan ataupun lokasi pertandingan, sehingga perhatian utama saat ini tertuju pada kesempatan Thailand mengejar gelar di rumah sendiri.

Sarach menilai FIFA ASEAN Cup lebih intens

Meski kecewa dengan hasil akhir, Sarach juga menyoroti pengalaman Thailand di FIFA ASEAN Cup. Menurut dia, turnamen tersebut menghadirkan atmosfer yang lebih intens dibandingkan Piala AFF 2026. Ia menilai setiap negara membawa tim terbaik, sehingga pertandingan memberi tantangan tersendiri bagi para peserta.

“Menurut saya, untuk turnamen ini setiap negara telah membawa tim terbaik mereka. Pertama, atmosfernya lebih intens dibandingkan saat kami bermain di Piala AFF,” ucapnya.

Sarach juga menilai partisipasi di ajang itu memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola Thailand. Penilaiannya menunjukkan bahwa, di luar hasil final, pengalaman menghadapi tim-tim yang datang dengan kekuatan terbaik menjadi bagian yang dianggap berharga oleh pemain tersebut.

FIFA ASEAN Cup menjadi ujian yang berakhir dengan kekalahan bagi Thailand, tetapi juga meninggalkan pengalaman yang dinilai Sarach bermanfaat. Di final, skor tetap 2-2 hingga perpanjangan waktu dan gelar akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Indonesia menang 4-2, sementara Thailand kembali harus menerima posisi runner-up.

Thailand mengejar respons setelah dua kali runner-up

Dengan hasil itu, King’s Cup bukan sekadar agenda turnamen berikutnya bagi Thailand. Ajang yang digagas FAT tersebut menawarkan kesempatan langsung untuk merespons dua kegagalan meraih gelar, sekaligus tampil di hadapan publik sendiri. Namun, peluang itu tetap bergantung pada persiapan tim dan siapa saja yang nantinya mendapat panggilan untuk memperkuat Thailand.

Sarach belum memastikan dirinya akan tampil; ia menyatakan kesediaan apabila mendapat kesempatan dari pelatih. Pernyataan tersebut menempatkan kesiapan pemain dan keputusan pemanggilan sebagai hal yang masih perlu ditunggu menjelang turnamen.

Thailand kini memiliki target yang jelas: memanfaatkan King’s Cup untuk kembali bersaing memperebutkan trofi. Setelah dua kali menjadi runner-up, penampilan mereka di hadapan pendukung sendiri akan menjadi kesempatan untuk mengubah kekecewaan menjadi hasil yang lebih baik. Seberapa jauh mereka melangkah baru akan terlihat saat turnamen berlangsung pada November.

Infoharian