Eks Napiter Ditangkap dalam Kasus Pembakaran Warung Sukoharjo

Polisi menangkap AS, mantan narapidana terorisme, dalam kasus perusakan dan pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo. Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

eks-napiter-ditangkap-kasus-pembakaran-warung-sukoharjo

Polisi menangkap AS, terduga pelaku perusakan dan pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo, dalam penggerebekan di rumah kontrakannya di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Senin (19/10/2026). Kapolda Jawa Tengah menyebut AS merupakan mantan narapidana terorisme. Penangkapan berlangsung setelah polisi mensterilkan area sekitar rumah dan diwarnai perlawanan.

Kasus yang menjerat AS bermula dari peristiwa di warung yang berada di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol. Warung itu didatangi empat orang tak dikenal pada 12 September. Mereka diduga mengancam, merusak, lalu membakar tempat usaha tersebut. Hingga penangkapan AS, polisi menyatakan baru mengamankan satu orang dan masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

Polisi sita busur, samurai, dan sejumlah senjata

Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan mengatakan AS melawan saat petugas melakukan penindakan. Menurut dia, AS menembakkan anak panah dan menyerang petugas menggunakan senjata tajam. AS juga disebut menendang sepeda motor polisi ketika petugas berupaya masuk ke rumah kontrakannya.

“Kita lakukan tindakan tegas karena memang ada barang bukti berupa samurai atau parang, yang dilakukan bahkan mencoba membacok, atau menyerang petugas. Dan juga ada busur panah yang ditembakkan ke kita,” kata Roy.

Dalam penggeledahan, polisi mengamankan sejumlah barang, antara lain busur, samurai, beberapa pisau, senapan angin, dan sangkur. Roy mengatakan olah tempat kejadian perkara telah dilakukan, tetapi pemeriksaan secara terperinci masih berjalan. Polisi belum menjelaskan kaitan senjata-senjata tersebut dengan peristiwa pembakaran warung.

Suasana di sekitar lokasi penangkapan sempat dijaga ketat. Polisi menyekat jalan dari depan SDN Purbayan 01 dan meminta warga berkumpul di luar batas aman. Sejumlah warga mendengar suara letusan, sementara mobil taktis dan ambulans berada di sekitar lokasi. Roy mengatakan kondisi AS baik dan telah mendapat penanganan medis.

AS tinggal di Purbayan bersama keluarga

Kepala Desa Purbayan Budi Sriyanto mengatakan AS telah mengontrak rumah di wilayah itu selama sekitar dua tahun. Sebelumnya, AS dan keluarganya tinggal di Desa Waru, yang masih berada di Kecamatan Baki. Budi menyebut AS berasal dari Indramayu, Jawa Barat, berdasarkan alamat pada kartu tanda penduduknya.

Menurut Budi, AS tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Ia mengaku tidak mengetahui pekerjaan maupun banyak aktivitas AS karena pria itu dinilai tertutup. Kegiatan yang sesekali terlihat, kata Budi, adalah mengantar dan menjemput anak sekolah.

Rumah kontrakan AS berada di lingkungan yang relatif sepi, dengan lahan kosong di sisi kiri dan kanan. Budi menyebut kondisi perumahan di sekitar rumah itu seperti kawasan yang belum berkembang. Ia juga mengatakan AS belum melapor kepada pemerintah desa selama tinggal di sana.

Budi mengaku tidak menyangka AS pernah menjadi narapidana kasus terorisme. Ia mengatakan AS tampak rajin beribadah, tetapi tidak pernah mengisi ceramah di lingkungan sekitar. Budi tidak mengetahui kasus terorisme yang pernah menjerat AS, sementara polisi juga belum memerinci perkara tersebut.

Penyidikan pembakaran warung masih berlanjut

Kapolda menyatakan informasi mengenai status AS sebagai mantan narapidana terorisme diketahui dari penelusuran rekam jejak. Namun, ia menegaskan penyidik masih mendalami sejauh mana latar belakang itu berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani. Belum ada keterangan yang menyebut pembakaran warung tersebut dilakukan karena motif terorisme.

Pemilik warung, Jodi Sutanto, sebelumnya menceritakan bahwa saat kejadian terdapat dua karyawan di lokasi. Empat orang datang sekitar pukul 03.30. Seorang karyawan berada di bagian depan dan seorang lainnya di bagian belakang. Setelah para pelaku pergi, karyawan yang berada di depan berlari ke belakang dalam keadaan takut dan membangunkan rekannya.

Polisi belum membuka identitas atau peran orang-orang lain yang diduga terlibat. Roy mengatakan penyidik masih mengembangkan perkara dan akan menyampaikan informasi jika ditemukan pelaku tambahan. Dengan satu orang telah ditangkap, penyelidikan berikutnya akan menentukan rangkaian kejadian, peran masing-masing pihak, serta motif di balik serangan terhadap warung tersebut.

Infoharian