Kehujanan Bikin Flu? Ini Penjelasan Medisnya

Kehujanan tidak langsung menyebabkan pilek atau influenza karena keduanya dipicu virus. Paparan dingin dan partikel dalam air hujan tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

kehujanan-bikin-flu-penjelasan-medis

Rambut basah kuyup setelah kehujanan bukan berarti seseorang akan langsung terserang flu. Penyebab pilek maupun influenza adalah virus, bukan air hujan. Namun, paparan udara dingin dan kotoran yang terbawa air hujan tetap bisa membuat tubuh tidak nyaman atau memperburuk keluhan pada orang tertentu.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Widya Khairunnisa, menjelaskan bahwa orang sehat umumnya tak perlu mencemaskan rambut basah semata. Dalam laporan CNBC Indonesia, ia menyebut keramas saat hujan deras tidak berbahaya selama rambut dibilas dengan air bersih dan segera dikeringkan.

Penjelasan itu meluruskan anggapan yang kerap muncul ketika seseorang kehujanan lalu beberapa hari kemudian pilek. Urutan waktu tersebut belum membuktikan hujan sebagai penyebab. Seseorang mungkin sudah terpapar virus sebelumnya, lalu gejalanya baru terasa belakangan.

Virus penyebab pilek berbeda dari udara dingin

Istilah flu sering dipakai untuk menyebut berbagai gejala seperti hidung meler, batuk, dan bersin. Namun, pilek atau common cold dan influenza merupakan infeksi yang berbeda, meski gejalanya dapat tampak mirip. Pilek dapat disebabkan lebih dari 200 jenis virus, sedangkan influenza berasal dari virus influenza.

Virus pernapasan terutama menyebar melalui partikel yang keluar ketika orang terinfeksi batuk atau bersin. Penularan juga bisa terjadi lewat tangan atau permukaan yang tercemar, kemudian virus masuk saat seseorang menyentuh mata, hidung, atau mulut. Karena itu, rambut basah tidak menciptakan virus penyebab infeksi.

IDN Times mengutip penjelasan Widya bahwa bukti mengenai hubungan paparan dingin dengan infeksi saluran pernapasan masih belum meyakinkan. Beberapa penelitian mengarah pada kemungkinan adanya kaitan, tetapi temuannya belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kedinginan sendirilah yang menyebabkan pilek.

Jadi, orang yang sakit setelah kehujanan bisa saja tertular virus dari orang lain atau lingkungan yang terkontaminasi. Hujan bukan sumber infeksi itu sendiri.

Dingin bisa memicu rasa tidak nyaman

Meski bukan penyebab langsung infeksi, air hujan yang dingin dapat memengaruhi respons tubuh. Pembuluh darah di kulit menyempit untuk membantu mempertahankan panas, sehingga seseorang bisa menggigil dan merasa tidak nyaman.

“Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit menyempit untuk mempertahankan panas tubuh. Kondisi ini dapat membuat seseorang menggigil dan tidak nyaman,” kata Widya.

Udara dingin juga dapat memengaruhi mukosa, yakni lapisan lendir pada hidung dan saluran pernapasan. Lapisan tersebut membantu membersihkan lendir serta kuman melalui mekanisme mukosiliar. Menurut penjelasan Widya yang dimuat CNBC Indonesia, kondisi dingin dapat mengganggu proses itu dan memengaruhi pertahanan lokal di hidung.

Dampaknya tidak sama pada setiap orang. Mereka yang sedang demam, sangat lelah, atau mengalami infeksi saluran pernapasan bisa lebih rentan merasa tidak enak badan. Udara dingin juga dapat memicu atau memperburuk gejala asma dan rinitis. Gejala yang muncul karena pemicu tersebut tidak otomatis berarti seseorang tertular flu.

Air hujan dapat membawa partikel dari udara

Hal lain yang patut diperhatikan ialah kebersihan air hujan. Saat turun melewati atmosfer, air dapat berinteraksi dengan debu, polutan, mikroorganisme, dan partikel lain. Kotoran tersebut berpotensi menempel pada rambut atau kulit kepala, terutama setelah seseorang terpapar hujan cukup lama.

Widya mengingatkan bahwa polutan dalam kondisi tertentu dapat memicu stres oksidatif dan peradangan. Namun, penelitian yang secara langsung menghubungkan air hujan dengan gangguan rambut dan kulit kepala masih terbatas. Karena itu, kehujanan tidak perlu langsung dianggap berbahaya, tetapi kebersihan setelahnya tetap perlu dijaga.

Setelah sampai di tempat yang aman, bilas rambut dengan air bersih lalu keringkan. Jika kehujanan berlangsung lama atau terjadi di kawasan dengan polusi tinggi, mencuci rambut menggunakan sampo lembut dapat membantu mengangkat partikel yang menempel. Mengganti pakaian basah juga dapat membantu tubuh kembali nyaman.

Langkah-langkah tersebut berguna untuk membersihkan diri dan mengurangi rasa dingin, bukan untuk mencegah virus masuk ke tubuh. Untuk menekan risiko influenza, IDN Times menyebut vaksinasi flu tahunan, menjaga ventilasi, mencuci tangan, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin sebagai upaya yang dianjurkan.

Orang dengan risiko tinggi yang mengalami gejala flu sebaiknya mencari saran medis lebih awal, sebab obat antivirus bekerja paling baik bila diberikan segera. Bagi kebanyakan orang, kehujanan bukan alasan untuk panik. Perhatikan lamanya terpapar dingin, kebersihan setelah hujan, dan kondisi kesehatan yang sudah dimiliki.

Infoharian