Gaji Tertinggi Lulusan AS: Matematika Duke Teratas
Lulusan matematika Duke University mencatat median pendapatan tahunan tertinggi dalam analisis program sarjana di AS, mencapai sekitar Rp 441 juta per bulan empat tahun setelah lulus.
Lulusan matematika Duke University mencatat median pendapatan tahunan tertinggi di antara program sarjana di Amerika Serikat, yakni USD 297.029 atau sekitar Rp 5,3 miliar. Angka itu setara dengan kurang lebih Rp 441 juta per bulan, berdasarkan pendapatan empat tahun setelah kelulusan.
Temuan tersebut berasal dari analisis firma riset pendidikan tinggi HEA Group terhadap 24.526 program sarjana. Daftar teratas didominasi jurusan terkait komputer, meski matematika dari Duke berada di posisi pertama.
Matematika Duke pimpin daftar pendapatan lulusan
Di bawah Duke, Carnegie Mellon University menempati dua posisi sekaligus. Lulusan ilmu komputer di kampus itu memiliki median pendapatan tahunan USD 268.121, sedangkan lulusan teknik listrik, elektronik, dan komunikasi mencatat USD 250.168.
University of Pennsylvania berada di urutan berikutnya melalui program ilmu komputer dan informasi, dengan median USD 241.380 per tahun. Harvard University menyusul di posisi kelima. Lulusan program statistika di kampus tersebut mencatat median pendapatan USD 230.876.
Dengan demikian, seluruh lima program teratas dalam data yang dilaporkan memiliki median pendapatan lebih dari USD 200.000 per tahun. Secara keseluruhan, tujuh dari 10 kombinasi universitas dan jurusan berpendapatan tertinggi berasal dari bidang yang berhubungan dengan komputer.
Angka-angka itu menggambarkan median, bukan pendapatan yang diterima setiap lulusan. Median menunjukkan titik tengah dalam suatu kelompok: separuh berada di atas angka tersebut dan separuh lainnya di bawahnya. Karena itu, angka peringkat tidak berarti semua lulusan program yang sama memperoleh gaji sebesar itu.
Jurusan komputer mendominasi, tetapi kampus juga berpengaruh
Meski bidang studi berperan dalam membentuk perbedaan pendapatan, data HEA Group juga memperlihatkan variasi di antara lulusan jurusan yang sama dari universitas berbeda. Perbandingan antara Carnegie Mellon University dan University of Alabama menjadi salah satu contohnya.
Lulusan ilmu komputer Carnegie Mellon memperoleh pendapatan tahunan lebih dari USD 150.000 di atas rekan-rekan mereka dari University of Alabama, menurut laporan yang dikutip detikINET dari VN Express. Sementara itu, perbedaan pendapatan lulusan teknik mesin dari kedua universitas tersebut hanya sekitar USD 10.000.
Perbandingan itu menunjukkan bahwa selisih penghasilan antarkampus tidak sama pada setiap bidang. Pada ilmu komputer, jarak pendapatan yang dilaporkan jauh lebih besar. Pada teknik mesin, perbedaannya lebih terbatas.
Namun, data yang tersedia tidak merinci seluruh faktor yang dapat menjelaskan selisih tersebut. Karena itu, angka ini sebaiknya dibaca sebagai gambaran pendapatan lulusan dalam kumpulan data, bukan sebagai ukuran tunggal untuk menentukan kualitas suatu kampus atau jurusan.
Median keseluruhan jauh di bawah program teratas
Di seluruh institusi dan jurusan yang dianalisis, median pendapatan tahunan tercatat USD 64.500 atau sekitar Rp 1,1 miliar. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan median lulusan matematika Duke maupun program-program lain di lima besar.
Perbedaan itu memperlihatkan rentang hasil yang lebar di antara lulusan sarjana di Amerika Serikat. Jurusan dengan pendapatan tertinggi terkonsentrasi pada matematika, komputasi, statistika, dan teknik, tetapi tidak semua lulusan dari bidang tersebut otomatis memperoleh penghasilan serupa.
Bagi calon mahasiswa, temuan ini dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan saat membandingkan program studi. Namun, median pendapatan beberapa tahun setelah lulus bukan satu-satunya ukuran dalam memilih jurusan. Minat, pilihan karier, serta kecocokan dengan bidang studi tetap penting diperhitungkan sebelum menentukan pendidikan yang akan ditempuh.
