MMX Jepang Bidik Sampel Phobos, Bulan Mars

Wahana MMX Jepang akan meneliti Phobos, mengambil sedikitnya 10 gram material, lalu membawanya ke Bumi pada 2031. Misi ini juga menguji pendaratan pertama di bulan Mars.

mmx-jepang-bidik-sampel-phobos-bulan-mars

Jepang mengirim wahana Martian Moons Exploration (MMX) untuk mengumpulkan material dari Phobos, salah satu bulan Mars, lalu membawanya ke Bumi. Misi ini menargetkan sedikitnya 10 gram tanah dan batuan dari benda langit yang selama ini belum pernah didarati wahana antariksa.

Roket H3 membawa MMX lepas landas dari Pusat Luar Angkasa Tanegashima, Pulau Tanegashima, sebelum fajar. Peluncuran berlangsung pukul 04.41. Sekitar satu jam kemudian, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) menyatakan wahana telah terpisah dari tingkat atas roket. Keberhasilan itu disambut perayaan di ruang kendali penerbangan.

Phobos menjadi sasaran utama karena posisinya dekat dengan Mars dan ukurannya lebih besar daripada Deimos, bulan Mars yang lain. Diameter Phobos sekitar 22,5 kilometer. Permukaannya dipenuhi kawah, sementara orbitnya berada kira-kira 6.000 kilometer dari Mars. Bulan itu mengitari planet tersebut tiga kali dalam sehari, menurut laporan detikINET yang mengutip The Guardian.

Rover kecil lebih dulu memeriksa permukaan

MMX diperkirakan tiba di orbit Mars pada Agustus tahun depan. Sebelum mengambil sampel, wahana utama akan melepas Idefix, rover kecil buatan Prancis dan Jerman. Nama robot beroda empat itu diambil dari anjing putih dalam komik Asterix.

Gravitasi Phobos hanya sekitar seperseribu gravitasi Bumi. Karena itu, Idefix diperkirakan tidak langsung melaju seperti rover di permukaan planet. Robot itu akan memantul selama beberapa menit sebelum berhenti. Setelah itu, ia menjalankan pengamatan selama 100 hari.

Waktu kerja tersebut akan dipakai untuk menilai kondisi permukaan dan mencari tempat yang aman bagi pendaratan serta pengambilan sampel. Pemeriksaan awal itu menjadi bagian penting dari operasi wahana utama, yang akan turun menggunakan pendarat stasioner berkaki empat.

Pendarat hanya direncanakan berada di Phobos selama sekitar dua jam. Dalam jangka singkat itu, wahana akan mengebor dan menyedot material permukaan. Setelahnya, MMX akan meninggalkan orbit Mars pada November 2030 dan memulai perjalanan pulang. Kepulangan ke Bumi dijadwalkan pada 2031.

Petunjuk asal-usul Phobos dan Deimos

Misi bernilai 578 juta dollar AS ini dirancang berlangsung sekitar lima tahun dan melibatkan lima badan antariksa. Jika berhasil, sampel dari Phobos dapat membantu ilmuwan menguji teori mengenai terbentuknya dua bulan Mars tersebut. Material yang dibawa pulang juga diharapkan memberi petunjuk tentang asal-usul kehidupan, serta menjadi bahan untuk merancang misi Mars berikutnya.

Tom Statler, pakar astrofisika NASA yang terlibat dalam proyek itu, menggambarkan suasana setelah peluncuran dengan mengatakan, “Ada banyak adrenalin, kegembiraan, dan rasa takjub.” Menurut detikINET, Statler menyampaikan pernyataan tersebut setelah MMX berhasil berpisah dari roket pengangkutnya.

Markus Grebenstein, kepala rover di Badan Antariksa Jerman, menyebut keterlibatan dalam proyek ini sebagai kesempatan langka. Misi tersebut berupaya menjadi yang pertama membawa pulang sampel dari sistem Mars, meski sasaran pengambilannya adalah Phobos, bukan permukaan planet Mars.

Persaingan pengembalian sampel Mars

Upaya Jepang berlangsung ketika Amerika Serikat dan China juga mengejar pengembalian batuan dari Mars. NASA telah mengirim sembilan wahana yang mendarat di planet itu selama sekitar setengah abad. China menyusul dengan pendaratan di Mars pada 2021. Namun, belum ada pihak yang mencoba mendarat di salah satu bulan Mars.

Rover Perseverance milik NASA telah mengumpulkan sampel selama menjelajahi Mars sejak 2021. Rencana membawa material itu ke Bumi dihentikan pemerintahan Trump setelah pemungutan suara di Kongres pada Januari tahun ini. China, sementara itu, menjadwalkan peluncuran wahana Tianwen-3 sekitar 2028. Misi tersebut berpotensi membawa sampel Mars pulang paling cepat pada 2031.

Jadwal MMX masih bergantung pada keberhasilan setiap tahap, mulai dari perjalanan menuju Mars hingga pengambilan material di Phobos. Jika seluruh operasi berjalan sesuai rencana, wahana Jepang akan membawa sampel bulan Mars ke Bumi pada 2031, bersamaan dengan periode yang juga ditargetkan China untuk misi pengembalian sampelnya.

Infoharian