Man City Diminta Tak Bergantung pada Haaland
Enzo Maresca meminta Manchester City membagi tanggung jawab mencetak gol menjelang laga melawan RB Leipzig. Haaland sudah mengemas 13 gol, tetapi tak mencetak gol saat City kalah dari Brighton.
Manchester City perlu membagi beban mencetak gol, bukan hanya menunggu Erling Haaland menyelesaikan peluang. Pesan itu disampaikan Enzo Maresca menjelang lawatan City ke markas RB Leipzig di Liga Champions, setelah timnya kalah 0-1 dari Brighton dan gagal mencetak gol.
Haaland sudah membukukan 13 gol di semua kompetisi musim ini. Namun, striker asal Norwegia itu tak mampu mengubah peluang menjadi gol saat City tumbang di Brighton pada Sabtu. Hasil tersebut juga membuat City kehilangan posisi puncak klasemen Liga Primer Inggris.
Seperti dilaporkan Goal.com, Maresca meminta para pemain lain ikut mengambil tanggung jawab di area serang. Kompas.com juga menyoroti pesannya agar City tidak bergantung pada Haaland menjelang pertandingan di Jerman.
Kekalahan dari Brighton menguji ketergantungan City
Dalam pandangan Maresca, hasil di Brighton tidak serta-merta menggambarkan masalah yang terus berulang. Ia menyebut laga itu sebagai satu-satunya pertandingan City musim ini yang berakhir tanpa gol. Namun, kegagalan tersebut memperjelas risiko ketika kontribusi dari pemain selain Haaland tidak cukup untuk menghasilkan gol.
“Pada saat yang sama, kami tidak bisa mengandalkan Erling di setiap pertandingan. Kami juga membutuhkan pemain lain untuk mencetak gol,” kata Maresca, seperti dikutip Goal.com.
Pernyataan itu bukan berarti peran Haaland dianggap berkurang. Maresca tetap menilai keberadaan sang penyerang memberi keuntungan bagi tim. Haaland dikenal mampu menempatkan diri dekat dengan peluang, sehingga kehadirannya membuat City memiliki ancaman yang jelas di depan gawang. Tetapi, satu pemain tidak bisa menjadi satu-satunya jawaban setiap kali tim kesulitan mencetak gol.
Masalahnya bukan semata-mata apakah Haaland mencetak gol atau tidak. Jika perhatian serangan terlalu terpusat kepadanya, City berisiko kehilangan pilihan lain ketika pemain itu tidak mendapat ruang atau gagal menyelesaikan peluang. Karena itu, tuntutan Maresca menyasar seluruh pemain yang terlibat dalam serangan, terutama saat tim mencapai sepertiga akhir lapangan.
Kontribusi pemain lain dibutuhkan di Leipzig
City akan menghadapi Leipzig pada Rabu malam di Jerman. Pertandingan Liga Champions itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk merespons kekalahan domestik, sekaligus mengembalikan hasil positif di kompetisi Eropa. Maresca menegaskan bahwa timnya membutuhkan pencetak gol lain, kendati ia tetap menyambut baik jika Haaland berada di lapangan.
Awal perjalanan City di kompetisi tersebut diwarnai kemenangan atas Porto dan AEK Athens. Namun, mereka juga kalah dari Paris Saint-Germain pada bulan sebelumnya. Dengan catatan itu, laga melawan Leipzig menjadi bagian penting dari upaya City menjaga momentum di Eropa, setelah hasil di Brighton mengganggu laju mereka di liga.
Pesan Maresca menjelang laga itu lebih luas daripada sekadar meminta pemain tertentu menambah gol. Ia ingin tanggung jawab serangan tidak terkunci pada satu nama. Bagi City, itu berarti peluang yang muncul perlu dimanfaatkan oleh pemain yang berada dalam posisi mencetak gol, bukan hanya diserahkan kepada Haaland.
Catatan 13 gol Haaland tetap menjadi bukti besarnya sumbangan sang penyerang. Maresca tidak menutup mata terhadap nilai itu. Ia mengingatkan bahwa City lebih kuat ketika Haaland bermain, tetapi tim tetap harus mampu menghasilkan gol saat ia tidak mencetak angka. Brighton sudah memberi contoh bagaimana satu pertandingan tanpa gol dapat berujung pada kekalahan dan hilangnya posisi puncak klasemen.
Respons City akan terlihat saat menghadapi Leipzig. Tim tersebut datang dengan bekal kemenangan atas Porto dan AEK Athens, tetapi juga membawa kekalahan dari PSG. Kontribusi lini serang di Jerman akan menjadi ujian berikutnya atas permintaan Maresca agar pemain lain ikut menopang produktivitas Haaland.
