Kane Malu Disambut Guard of Honour Usai Ballon d’Or

Harry Kane merasa canggung saat rekan-rekan Bayern Munich menyambutnya dengan guard of honour setelah meraih Ballon d’Or 2026. Ia tidak bermain ketika Bayern menang 6-1 atas FC Magdeburg.

kane-malu-disambut-guard-of-honour-usai-ballon-dor

Harry Kane mengaku canggung saat para pemain Bayern Munich membentuk guard of honour untuk menyambutnya setelah ia meraih Ballon d’Or 2026. Penghormatan itu berlangsung sebelum Bayern menghadapi FC Magdeburg di DFB Pokal, Kamis (29/10/2026), di Allianz Arena.

Para pemain berbaris menyambut Kane ketika ia masuk ke lapangan. Tepuk tangan dan sorak-sorai penonton mengiringi momen tersebut. Sang striker Inggris mengaku tak terbiasa menerima sambutan sebesar itu, meski ia memahami arti pencapaiannya.

“Rasanya cukup aneh. Biasanya saya tidak terlalu menikmati hal-hal seperti ini,” kata Kane, seperti dikutip detikSport dari BILD.

Menurut detikSport, Kane merasa sedikit malu ketika keluar untuk pemanasan dan melihat rekan-rekannya berdiri sambil bertepuk tangan. Namun, ia juga menyadari Ballon d’Or merupakan penghargaan besar dalam sepak bola.

Penghargaan setelah musim produktif

Kane meraih Ballon d’Or setelah mencetak 73 gol dalam 65 pertandingan bersama Bayern dan tim nasional Inggris sepanjang musim 2025/2026. Angka tersebut merangkum penampilannya di dua level, klub dan timnas. Rincian jumlah gol untuk masing-masing tim tidak disebutkan.

Gelar itu juga menempatkannya dalam catatan khusus Bayern. Kane menjadi pemain klub tersebut pertama yang memenangi Ballon d’Or sejak Karl-Heinz Rummenigge pada 1981. Jarak 45 tahun antara pencapaian Rummenigge dan Kane memberi konteks pada besarnya sambutan yang disiapkan para pemain Bayern.

Meski penghormatan dilakukan di hadapan penonton Allianz Arena, Kane tidak turun dalam pertandingan melawan Magdeburg. Ia menyaksikan laga dari bangku cadangan hingga selesai. Bayern tetap meraih kemenangan dengan skor 6-1.

Momen sebelum pertandingan itu mempertemukan dua hal yang tampak berlawanan: perhatian besar dari klub dan rasa kikuk sang pemain. Kane tak menolak arti penghargaan tersebut, tetapi responsnya menunjukkan ia tidak nyaman menjadi pusat seremoni. Ia pun membedakan antara rasa malu menghadapi sambutan dan pengakuan atas prestasi yang diraihnya.

Bayern memberi penghormatan sebelum laga

Guard of honour menjadi cara rekan-rekan Kane menandai keberhasilannya di level individu. Penghormatan itu diberikan sebelum pertandingan, bukan setelah ia mencetak gol atau tampil di lapangan malam itu. Karena Kane hanya duduk di bangku cadangan, sambutan tersebut menjadi salah satu momen utama yang melibatkan dirinya dalam laga itu.

Respons penonton menambah suasana seremoni. Kane mendengar tepuk tangan saat keluar untuk pemanasan, sementara para pemain Bayern sudah berbaris menyambutnya. Ia mengaku situasi seperti itu bukan sesuatu yang biasa ia nikmati. Namun, tak ada penolakan terhadap penghargaan tersebut: ia mengakui besarnya capaian Ballon d’Or.

DetikSport melaporkan bahwa Kane menyampaikan reaksinya dalam wawancara yang dikutip dari BILD. Pernyataan itu memberi gambaran tentang perasaannya setelah menerima pengakuan dari klub. Alih-alih menggambarkan dirinya nyaman dengan perhatian, Kane menyebut rasa canggung yang muncul ketika seluruh stadion dan rekan setim mengarah kepadanya.

Kemenangan Bayern tanpa Kane

Selepas seremoni, perhatian beralih ke pertandingan DFB Pokal. Bayern menuntaskan laga kontra FC Magdeburg dengan kemenangan 6-1, sementara Kane tetap berada di bangku cadangan. Bahan laporan tidak merinci alasan ia tidak dimainkan, sehingga hasil pertandingan menjadi perkembangan utama setelah penghormatan tersebut.

Perayaan Ballon d’Or itu sekaligus menggarisbawahi posisi Kane di Bayern pada musim 2025/2026: produktivitas golnya berujung pada penghargaan tertinggi individu, dan klub menyambut capaian itu di hadapan pendukungnya. Untuk Kane sendiri, malam tersebut menyisakan pengalaman yang tak sepenuhnya nyaman, tetapi tetap ia anggap sebagai pencapaian besar.

Infoharian