An Se-young Juara Dua Turnamen, Poin BWF Tetap
An Se-young menyabet gelar Denmark Open dan French Open 2026, tetapi poin ranking BWF-nya tetap 122.287. Sistem hanya menghitung 10 hasil terbaik dalam 52 pekan.
An Se-young menjuarai Denmark Open dan French Open 2026, tetapi dua gelar tersebut belum mengubah angka di ranking dunia. Per 27 Oktober, tunggal putri Korea Selatan itu masih mengantongi 122.287 poin, sama seperti yang tercatat sejak 6 Oktober.
Situasi ini bukan karena kemenangan di Eropa tak menghasilkan poin. An Se-young mendapat total 22.000 poin dari dua turnamen tersebut. Namun, sistem pemeringkatan BWF hanya mengambil 10 hasil terbaik seorang pemain dalam periode 52 pekan. Akibatnya, poin baru tidak otomatis menambah angka yang tampil di ranking.
CNN Indonesia melaporkan, kemenangan di Denmark Open dan French Open masing-masing bernilai 11.000 poin. Kedua turnamen itu berstatus Super 750. Meski demikian, hasil tersebut belum masuk dalam 10 capaian terbaik An Se-young yang menjadi dasar penghitungan peringkatnya.
Dua gelar belum menggusur hasil terbaik
Dalam daftar poin An Se-young, tidak ada hasil dengan nilai lebih rendah yang dapat digantikan oleh poin dari dua turnamen Eropa itu. Maka, meski ia kembali menjadi juara, angka totalnya tetap. Aturan ini membuat jumlah gelar yang diraih dalam suatu periode tidak selalu sejalan dengan kenaikan poin ranking.
Catatan tersebut juga menjelaskan mengapa penghitungan poin tidak cukup dibaca dari hasil satu turnamen. BWF melihat kumpulan hasil terbaik selama setahun terakhir, lalu menentukan 10 yang masuk perhitungan. Poin dari sebuah kemenangan baru berdampak pada angka ranking jika dapat masuk ke dalam kumpulan 10 hasil itu.
Sebelum berjaya di Denmark dan Prancis, An Se-young telah memenangi India Open, Singapore Open, dan China Masters. Ketiganya juga merupakan turnamen Super 750. Deretan hasil tersebut menjadi bagian dari catatan kuatnya, sekaligus membuat poin yang ia kumpulkan dari Denmark Open dan French Open belum menggeser hasil lain dalam daftar 10 terbaik.
Angka 122.287 itu terakhir kali berubah pada 6 Oktober, setelah An Se-young meraih medali emas Asian Games 2026. Kenaikannya saat itu hanya 1.000 poin dibanding pekan sebelumnya. Padahal, juara Asian Games bernilai 12.000 poin.
Emas Asian Games pun hanya menambah 1.000
Perbedaan antara nilai juara sebuah turnamen dan perubahan pada total ranking berkaitan dengan mekanisme penghitungan yang sama. Nilai 12.000 poin dari Asian Games tidak serta-merta ditambahkan utuh ke angka yang tercantum. Ranking tetap disusun dari 10 hasil terbaik dalam rentang 52 pekan, bukan dengan menumpuk semua poin kemenangan.
Karena itu, pembaruan ranking bisa terlihat datar meski seorang pemain terus memenangi turnamen. Angka yang ditampilkan merekam hasil pilihan dalam periode berjalan, bukan total seluruh gelar yang pernah diraih. Pada kasus An Se-young, catatan kemenangan di tiga turnamen Super 750 sebelumnya membuat dua gelar terbarunya belum mengubah posisi poin yang tercatat.
Keberhasilan di Eropa tetap menambah daftar gelar An Se-young. Ia memenangi Denmark Open, lalu menjadi juara French Open meski sebelumnya sempat mengeluhkan rasa sakit pada betis setelah turnamen di Denmark. Rangkaian itu memperlihatkan konsistensinya di lapangan, walaupun dampaknya terhadap angka ranking belum terlihat.
Untuk saat ini, pembaruan yang tersedia masih menempatkan An Se-young pada 122.287 poin. Perubahan berikutnya akan bergantung pada hasil yang masuk dalam 10 capaian terbaiknya selama periode penilaian BWF, bukan semata-mata pada jumlah gelar yang ia raih.
